Tampilkan postingan dengan label Sekolah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sekolah. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Agustus 2013

Intip Jalanya Kurikulum 2013


Di hari terakhir ini saya akan membuat artikel mengenai sistem pendidikan Indonesia yang terbaru yaitu kurikulum 2013, dengan nara sumber saudara saya sendiri yang kebetulan sedang bersekolah di salah satu sekolah dengan sistem tersebut, karena memang tidak semua sekolah bisa menjadi sekolah bersistem tersebut, hanya beberapa sekolah yang menjadi percontohan sebelum sistem ini akan disebar menjadi sistem nasional.


Saudaraku, dek tiwuk (nama panggilan saya) adalah siswi tahun ajaran baru 2013 – 2014 di SMAN 3 Klaten, dia mengatakan bahwa masuk di SMA tersebut masih menggunakan nilai UNAS, ini agak menjanggal karena di Sidoarjo tidak lagi menggunakan nilai UNAS. Dia mengatakan bahwa nilai terendah dari penerimaan siswa disitu adalah 22,20 ini berarti rata – rata nilainya adalah 5 koma, bukti bahwa UNAS dengan barcode dan 20 paket sangatlah menjatuhkan.

Setelah diterima di SMA tersebut dek tiwuk langsung menjalankan masa orientasi di SMA nya, orientasi itu terdiri dari 4 hari. Hari pertama tes IQ yang katanya untuk penempatan kelas, hari kedua adalah pengarahan mengenai kurikulum baru, hari ketiga mengisi form tentang peminatan jurusan, dan hari terakhir adalah pengarahan dari kepala sekolah.

Pengarahan kurikulum pada hari kedua dilakukan oleh orang dari Dinas Pendidikan, beliau mengatakan bahwa sistem SKS ini akan menjadi penyegaran Pendidikan Indonesia dimana pelajar dijuruskan dengan mempertimbangkan minat dari pelajar itu sendiri, dan beliau mengatakan bahwa ujian nasional dilakukan pada kelas 2. Sehingga kurikulum akan lebih dipadatkan, entah itu penyegaran atau penyesakan saya juga masih belum paham dengan keputusan itu.

Begitulah kurang lebihnya yang dikatakan dek tiwuk kepada saya. Setelah masa orientasi sekolahan dek tiwuk melakukan tes untuk penjurusan, dan kebetulan dek tiwuk masuk ke jurusan IPA, ketika saya tanya mengenai buku pelajaranya dia mengatakan belom ada buku paket maupun LKS.

Begitulah sharing yang saya terima dari adek sepupu saya, dari yang saya dengar masih menjanggal karena SMAN 3 Sidoarjo juga menjadi sekolah terpilih yang menjalankan sistem SKS, dan apa yang terjadi di SMA saya jauh berbeda dengan apa yang telah diceritakan oleh adek saya. Tetapi apapun yang terjadi semoga sistem kurikulum terbaru ini bisa menjadi lebih baik lagi dan bisa menjadikan pelajar Indonesia menjadi cerdas yang tentunya akan menjadi penerus bangsa ini.

00.31

Minggu, 11 Agustus 2013

SILENT? tambahin kata sendiri deh guys :)


Di H +2 lebaran seperti ini suasana di rumah nenek sudah mulai sepi karena hari kerja akan mulai kembali pada hari senin yang berarti besok. Tetapi saya dan keluarga akan tinggal lebih lama, maklum ibu saya sudah lama tidak bertemu dengan nenek saya yang memang sudah berusia 93 tahun. 

Kalo sepi gini jadi inget suasana kelas, dimana setiap ujung kelas selalu diisi kegiatan yang mengundang tawa, ada yang didepan para perempuan2 berkumpul membicarakan hal2 yang bisa dibicarakan yang ujung2nya akan menjadi tawa. Di belakang berkumpul para pria2 tangguh menantang diri bermain suatu permainan dengan tantangan tertentu dan pastinya ada tawa disitu. Di sisi samping dekat colokan listrik, ada beberapa anak penyuka anime berkumpul menonton anime walaupun jarang terdengar tawa, tapi terlihat mereka sangat serius dengan tontonanya. Dan pada ujung waktu kita akan berkumpul didepan, bersama-sama bercanda dan berbagi cerita.

Keakraban yang sederhana, orang yang sederhana, canda yang sederhana tapi tetap bermakna, itulah SILENT singkatan dari scientic five excelent. Nah untuk mengobati kangen saya, kali ini saya akan memberitahu kalian para bomber kelas yang bikin kelas SILENT jadi kompak dan rame.

1.     1.   Rosita (bos geng)

Siapa yang gak kenal dengan bos geng satu ini, dia adalah penemu geng ‘genggong’ yang terkenal di SILENT, dia yang bikin kelas jadi rame riuh. Memiliki wajah yang garang (padahal perempuan) bersuara garang, nyalinya pun garang juga hehe lebay ye :p. Walaupun serba garang sebenernya dia tetap saja cewek yang  biasa yang lemah lembut suka nangis kalo ada yang menyentuh hatinya dan bla bla bla, tapi tetep garang hahaha

2.       2. Tsalits (ipik)

Sebelas dua belas dengan si bos geng, cewek satu ini lebih ke jiwa ibuan (ibu yang cerewet tapi), kalo dia ngomong, susah mbedain dia lagi orasi apa mbilangin. Kalo dia ditemuin sama rosita si bos geng beuh, mending kekantin deh hahahaha sama sama ahli silat lidah sih.

3.     3.  Narendra (koreng, rijul, krebo dll)

Cowok asal papua ini susah di ajak duduk diem ada aja yang dia lakukan dan bicarakan, kadang – kadang suka mangkel juga ama anak ini karena sering kali omonganya dan kelakuanya tidak sesuai. Tapi tetap saja dia yang mudah mengundang tawa diantara anak – anak kelas.

Sebenernya masih banyak anak kelas yang jadi boomber kelas, tapi karena waktu terbatas saya berhenti diangka tiga hehe semoga kalian terhibur dengan cerita saya. Selamat liburan

04.37

Jumat, 09 Agustus 2013

Paskibra, pembentuk karakter bangsa


Kabaret? Joss!! Itulah yel yel andalan salah satu extra kulikuler paskibra berprestasi di SMAN 3 Sidoarjo. Kabaret (Pasukan Pengibar bendera Sman3 Sidoarjo) berdiri sejak tahun 2004 dan telah memiliki  segudang prestasi dibidang kepaskibrakaan tingkat provinsi bahkan tingkat nasional pun di libatnya.

Selain itu banyak anggota paskibra yang mengibarkan di kabupaten pada saat upacara 17 agustus yang berasal dari SMAN 3 Sidoarjo yang tentunya hasil tempaan Kabaret, tak jarang juga anggota Kabaret mengirimkan anggotanya untuk menjadi pasukan pengibar bendara di tingkat provinsi.




Banyak pengalaman yang bisa didapet dari mengikuti kegiatan Kabaret, kita bisa menjadi lebih disiplin, percaya diri dan yang penting adalah semakin cinta tanah air tentunya.

Di jaman yang krisis dengan karakter bangsa, kegiatan paskibra sangat membantu dalam membangun kembali karakter bangsa yang mulai terkikis. Memang, para anggota Kabaret terlihat beda dimata guru, selain karena para anggota Kabaret mengemban tugas saat upacara bendera rutin setiap hari senin, anggota kabaret terkenal sopan dan santun terhadap guru. Tidak semua anggota Kabaret disiplin, ada juga yang menyimpang dari harapan guru untuk anggota Kabaret (termasuk saya hehe)

Menjadi anggota Kabaret tidak semudah yang kalian kira, sebelum menjadi anggota kalian harus melewati suatu pelatihan khusus yang biasa disebut Diklat SAR Kabaret yang rutin dilakukan setiap ada penerimaan murid baru di SMAN 3 Sidoarjo. Tapi dengan mengikuti diklat tersebut, kalian akan mendapatkan banyak pelajaran yang berharga dan dapat menjadi bekal kalian di masa yang akan datang.
08.27

Selasa, 06 Agustus 2013

5 Negara Maju Yang Tidak Ada Ujian Akhir Nasional

Setiap tahunnya di Indonesia pada sibuk Ujian Nasional apalagi bentar lagi gan UN 2013 dengan 20 paket soal (mungkin kalo gak ribet yang buat soal ). Untuk Apakah Ujian Nasional Sebetulnya? Apakah UN mutlak diperlukan? Berikut negara – negara maju yang ternyata tidak menerapkan ujian nasional pada sistem pendidikannya…

1. Finlandia 

sukague.com
Finlandia sebagai negara dengan system pendidikan termaju di dunia tidak mengenal yang namanya Ujian Nasional. Evaluasi mutu pendidikan sepenuhnya dipercayakan kepada para guru sehingga negara berkewajiban melatih dan mendidik guru guru agar bisa melaksanakan evaluasi yang berkualitas. Setiap akhir semester siswa menerima laporan pendidikan berdasarkan evaluasi yang sifatnya personal dengan tidak membandingkan atau melabel para siswa dengan peringkat juara seperti yang telah menjadi tradisi pendidikan kita. Mereka sangat meyakini bahwa setiap individu adalah unik dan memiliki kemampuan yang berbeda beda.
Di Finlandia profesi guru adalah profesi yang paling terhormat. Dokter justru berada dibawah peringkat guru.

2. Amerika Serikat
sukague.com
Amerika yang terdiri dari banyak negara bagian ternyata tidak pernah menyelenggarakan UN atau ujian negara secara nasional.
Walaupun ada ujian yang diselenggarakan oleh masing-masing state (negara bagian), namun tidak semua sekolah diwajibkan mengikuti ujian negara bagian. Tiap negara bagian juga mempunyai materi ujian-masing masing.
Sekolah-sekolah tetap boleh menyelenggarakan ujian sendiri dan menentukan kelulusannya sendiri..
Semua lulusan, baik lulusan yang disenggarakan oleh sekolahnya sendiri atau lulus ujian yang diselenggarakan negara bagian, tetap boleh mengikuti ujian mauk ke college ataupun universitas asal memenuhi persyaratan dan lulus tes masuk.
Logika pendidikan yang digunakan yaitu: Kualitas pendidikan ditentukan oleh individu masing-masing kelulusan. Walaupun Si A lulusan dari SMA pinggiran yang tidak terkenal, kalau dia lulus tes masuk ke Universitas Harvard, maka diapun akan diterima di universitas tersebut.Jadi masalah kualitas ditentukan oleh individu (individual quality).

Pakar pendidikan dari Columbia University, Linda Hammond (1994)
Berpendapat bahwa nasionalisasi ujian sekolah tidak bisa memberi kreativitas guru. Sekolah tidak bisa menciptakan strategi belajar sesuai dengan perbedaan kondisi sosial, ekonomi, budaya, serta kemajuan teknologi. Sistem pendidikan top down oriented, tak bisa menjawab masalah yang ada di daerah-daerah berbeda.

3 Jerman

sukague.com
Jerman tidak mengenal ujian nasional. Kebijaksanaan yang diutamakan adalah membantu setiap peserta didik dapat berkembang secara optimal, yaitu dengan:

1. menyediakan guru yang profesional, yang seluruh waktunya dicurahkan untuk menjadi
pendidik;
2. menyediakan fasilitas sekolah yang memungkinkan peserta didik dapat belajar dengan penuh kegembiraan dengan fasilitas olahraga dan ruang bermain yang memadai dan ruang kerja guru;
3. menyediakan media pembelajaran yang kaya, yang memungkinkan peserta didik dapat secara terus-menerus belajar melalui membaca buku wajib, buku rujukan, dan buku bacaan, (termasuk novel), serta kelengkapan laboratorium dan perpustakaan yang memungkinkan peserta didik belajar sampai tingkatan menikmati belajar;
4. evaluasi yang terus-menerus, komprehensif dan obyektif.

Melalui model pembelajaran yang seperti inilah, yaitu peserta didik setiap saat dinilai tingkah lakunya,
kesungguhan belajarnya, hasil belajarnya, kemampuan intelektual, partisipasinya dalam belajar yang menjadikan sekolah di Jerman mampu menghasilkan rakyat yang beretos kerja tinggi, peduli mutu, dan gemar belajar.

Mereka setiap hari belajar selalu mendapat tugas dari semua mata pelajaran yang proses maupun hasilnya dinilai dan nilai-nilai ini memengaruhi nilai akhir semester dan seterusnya.


4. Kanada
sukague.com
Di Kanada tidak ada Ujian Nasional karena dianggap tak bermanfaat untuk kemajuan pendidikan di negara itu. Untuk kontrol kualitas di Kanada terdapat penjaminan mutu pendidikan yang kontrolnya sangat kuat. Lembaga penjamin mutu ini benar-benar bekerja secara ketat dari pendidikan dasar hingga menengah. Sehinga murid yang akan masuk ke perguruan tinggi cukup dengan rapor terakhir.
Di Kanada, perguruan tinggi tidak sulit lagi untuk menerima murid darimana pun sekolahnya. Karena standar sekolah di sana sudah sesuai dengan standar perguruan tinggi yang akan dimasuki setiap lulusan sekolah.

Kebalikan dengan di Indonesia, perguruan tinggi banyak yang tidak percaya dengan lulusan sekolah menengah. Saling tidak percaya standar ini yang menyebabkan pemborosan keuangan negara karena harus menyelenggarakan UN dan ujian mandiri.

5. Australia
sukague.com
Di Negara Australia ini, ujian nasional tidak dilaksanakan bahkan tidak dikenal sama sekali, melainkan ujian state. Ujian ini tidak menentukan lulus tidaknya para peserta didik, namun untuk menentukan kemana siswa tersebut akan melanjutkan pendidikan. Berapapun nilai yang didapatkan oleh siswa dari ujian tersebut tetap dinyatakan lulus. Nilai nol pun tetap dinyatakan lulus, namun kelulusan tersebut tidak ada gunanya. Berarti siswa tersebut akan sangat sulit untuk melanjutkan pendidikannya.
05.16

Ini dia gambaran sistem pendidikan kita

Sudah jadi rahasia umum bukan jika sistem pendidikan di Indonesia masih buruk, dimana dari atas orang - orang yang berkuasa masih sempat memakan uang anggaran. Tidak dipungkiri memang, anggaran terbesar negara memang untuk pendidikan. Tapi nyatanya? masih banyak teman kita yang masih tidak terjamah nikmatnya buku pelajaran yang layak, gedung yang layak, layanan yang layak.



Sistem pendidikan kita secara tidak langsung berorientasi pada hasil bukan proses, ini menyebabkan para siswa lebih mementingkan hasil daripada bagaimana mereka berproses dan gagal, teori ini terbukti dengan adanya usaha para pelajar saat menghadapi suatu ujian, baik ujian harian sampek ujian nasional. Karena nilai menjadi standar kelulusan atau kenaikan maka mereka berusaha bagaimana mereka bisa mendapatkan nilai yang mereka harapkan, tetapi bukan dengan cara belajar sungguh2, meainkan kebanyakan menggunakan cara yang instan seperti mencotek, menulis runus dikertas kecil, dan masih banyak lagi cara untuk mendapatkan nilai.

Sebenernya hakikat dari belajar adalah memahami, mencoba, dan gagal itu adalah proses pembelajaran, pada akhirnya kita akan mendapatkan ilmunya dari proses itu. Karena sistem 'nilai' sudah seperti kutukan di negeri ini, tidak ada yang berani merubahnya. Ini berimbas pada murid dan tentunya akan berimbas pada masa depan negara kita.

Sampai kapan petinggi negara mempermainkan kita, dan tentunya sampai kapan kita sebagai pelajar tidak memberontak sistem ini dengan cara - cara yang positif? Bangsa kita menunggu jawaban ini. 
01.14

Jumat, 02 Agustus 2013

Inilah Alasan Kenapa Siswa Males Sekolah

Hai indislover... kalian pasti kenal yang namanya sekolah kan, pasti kata tersebut sudah sering kalian dengar, ya karena memang dari situlah kita mendapatkan makhluk gaib bernama ilmu dan pendidikan. Tapi pasti dari kalian semuanya hanya sedikit yang senang dan bersemangat ketika mendengar kata sekolah, ya kan? haha.

Disini kita akan membahas mengapa hanya sedikit orang yang senang ketika mendengar kata sekolah, sisanya merasa enggan dan langsung lipat muka haha. kebetulan gua juga anak sekolah) jadi disini kita hanya mengidentifikasi masalah dari sudut pandang sebagai murid B).

 Gua berani taruhan seluruh uang yang ada di dompet kalo kalian pasti bersorak gembira ketika mendengar kata "Besok Libur" ya kan? haha (SAMA). banyak alasan mengapa demikian. Ini dia beberapa faktor menurut ribuan murid di Indonesia



1. Guru Kolot
Ini adalah faktor yang paling berpengaruh besar dalam urusan membuat murid malas sekolah. Karena guru kolot itu seperti pembunuh bayaran, kenapa gua bilang gitu? karena memang guru yang kolot itu membunuh motivasi kita belajar. Banyak kan anak yang bolos pelajaran gara - gara guru yang jahat suka marah2? padahal kalo kita mau flash back ke jaman Sd,  ketika di tanya tentang pelajaran yang disukai, dengan yakin dan bangga kita menjawab pelajaran "Ipa" "Matematika" "Ips". Kalo sekarang? boro - boro suka, denger ada jadwal itu aja udah males, bener gak? haha. Guru mempengaruhi hal tersebut, secara pribadi sebenernya gua suka fisika, karena gurunya kurang menyenangkan dan suka marah2, mendadak gua lebih suka pelajaran Olahraga :p. Bener gak?

2.  Sekolah
Sebenernya bukan gedungnya yang bermasalah, tetapi peraturan2 yang ada didalamnya yang bikin masalah. Salah satunya adalah mengharuskan masuk pagi -_-  cobak gua tanyak, siapa yang gak males ketika kita bangun masih dalam keadaan setengah bermimpi disuruh untuk mandi dengan air dingin, masih untung naik motor...nah kalo naik angkot? kita harus nunggu angkot, ngantri dengan anak sekolah yang lain, terus ujung2nya di gerbang sekolah udah ada guru BP, setelah urusan guru BP selesai, masih ada guru kelas. Beuh MALES BANGET !! coba deh kalo sekolah masuk jam 9 atau gak jam 8 deh. Senggaknya kita masih bisa sarapan dengan tenang, minum susu dengan tenang, mandi dengan tenang. Syukur2 bisa bantu emak masak hehe :p

3. Tugas Numpuk
Ini nih momok masalah, sebenernya tugasnya itu gampang, yang bikin males kalo kita numpuk tugas. Sebenernya ada tugas mudah, tapi lupa gara - gara kebanyakan guru yang ngasih tugas, apalagi kalo gurunya galak, beuh harus bangun pagi banget biar bisa kerjasama sama anak sekelas yang lebih rajin haha. Bener gak bro? 
Sebenernya sih masih buanyaaak faktor yang menyebabkan kita males sekolah, gua berhenti di 3 faktor,haha takutnya kalian jadi males baca haha. Next time, kita akan membahas tips - tips biar kita gak males buat sekolah lagi. Tunggu ya Indislover...


08.36

Selasa, 30 Juli 2013

SICLUS (Smantigda ICT Club Sidoarjo)




SICLUS adalah extra kulikuler baru di SMAN 3 Sidoarjo, di bentuk pada tahun 2012 dengan tujuan pengembangan ilmu komputer di kalangan pelajar SMAN 3 Sidoarjo. Sempat vakum beberapa bulan dikarenakan kurangnnya anggota yang ada di extra kulikuler tersebut, dan mulai kembali pada tahun ajaran baru 2013 - 2014. Dengan adanya anggota baru dari pelajar SMAN 3 Sidoarjo yang baru Extra Kulikuler ini berjalan kembali. SICLUS diketuai oleh M Ali Firdaus Siswa kelas 12 IPA 5 yang memang layak menjadi ketua, disamping ilmu komputernya yang melebihi pelajar lain dia juga memiliki keterampilan untuk mengatur organisasi.

Dengan adanya extra kulikuler ini, sekolah mengharapkan para siswa dapat menguasai ilmu komputer agar dapat berguna bagi kehidupan kita, serta mendukung visi SMAN 3 Sidoarjo yaitu menjadi sekolah yang berpijak pada imtaq dan iptek yang berwawasan global.
02.16